Menteri Keamanan Nasional israel sayap kanan, Itamar Ben-Gvir, pada hari Senin menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsha di Al-Quds Timur, yang telah ditutup oleh otoritas israel selama 38 hari, menurut sebuah kantor berita Palestina, seperti dilaporkan Anadolu (6/4).
Dalam pernyataan singkat, Direktorat Wakaf Islam di Al-Quds mengatakan: “Ben-Gvir menyerbu kompleks masjid melalui Gerbang Mughrabi menuju Bab al-Silsila (Gerbang Rantai).”
Penyerbuan semacam ini oleh Ben-Gvir biasanya dilakukan tanpa pengumuman publik sebelumnya. Menteri israel hanya diizinkan memasuki kompleks Al-Aqsha dengan persetujuan terlebih dahulu dari kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Menteri ekstremis tersebut terus melakukan provokasi ini meskipun telah berulang kali dikutuk oleh negara-negara Arab, Islam, dan internasional.
Otoritas israel tetap menutup Masjid Al-Aqsha dan Gereja Makam Suci selama 38 hari berturut-turut, dengan alasan masalah keamanan.
Namun, warga Palestina mengatakan israel menggunakan penutupan tersebut untuk memperketat kendali atas kompleks masjid dan memberlakukan pembatasan lebih lanjut terhadap para jamaah Muslim.
Menurut pemerintah daerah, Jumat lalu menandai kesembilan kalinya sejak 1967 israel menutup Masjid Al-Aqsha pada hari Jumat. Halaman masjid kosong dari jamaah kecuali sejumlah kecil karyawan Waqf Islam, sementara Jumat lalu menandai minggu kelima berturut-turut penutupan tersebut.
Polisi israel mengumumkan Senin lalu bahwa mereka hanya akan mengizinkan “salat terbatas” di Gereja Makam Suci setelah beberapa negara Eropa mengkritik pihak berwenang karena mencegah Patriark Latin Al-Quds, Kardinal Pierbattista Pizzaballa, dan Penjaga Tanah Suci Pastor Francesco Patton untuk menghadiri perayaan Minggu Palma.
Sejak 28 Februari, israel telah menutup kedua tempat suci tersebut dengan dalih mencegah perkumpulan di tengah perang AS/israel yang sedang berlangsung di Iran. (is/knrp)
