Warga Palestina di Wilayah Terjajah Serukan Kepulangan Kembali ke Tanah Kelahiran

Warga Palestina di wilayah Palestina terjajah 1948 memperingati ulang tahun ke-78 Nakba (bencana Palestina) dengan slogan “Hari Kemerdekaan Mereka adalah Nakba Kita,” di tengah pembatasan yang diberlakukan oleh otoritas israel terhadap acara publik (23/4).

Peringatan tersebut mencakup pawai dan kegiatan di beberapa desa yang telah dikosongkan, bersamaan dengan seruan luas untuk berpartisipasi. Namun, otoritas israel melarang pawai persatuan utama, yang diselenggarakan setiap tahun sejak 1998 oleh Asosiasi untuk Pembelaan Hak-Hak Pengungsi.

Mantan kepala Komite Pengawasan Tinggi untuk Warga Arab israel, Muhammad Barakeh, mengatakan dalam sebuah pernyataan pers bahwa “situasi saat ini tidak terkait dengan keadaan keamanan yang luar biasa, tetapi lebih mencerminkan realitas sejarah yang telah berlangsung sejak berdirinya israel dengan mengorbankan keberadaan Palestina dan Arab.”

“Tanah ini memiliki narasi otentiknya sendiri dan rakyatnya yang tidak pernah meninggalkan hatinya. Hubungan mereka dengannya melampaui waktu, diatur oleh kerinduan dan rasa memiliki,” tambahnya.

Barakeh mengatakan bahwa kehadiran warga Palestina di desa-desa mereka yang telah dikosongkan adalah “tindakan alami yang mencerminkan hak mereka dan pesan yang jelas bahwa mereka selalu ditakdirkan untuk kembali.”

Asosiasi untuk Pembelaan Hak-Hak Pengungsi mengumumkan bahwa “Pawai Kepulangan” tahun ini akan diadakan secara digital melalui platform media sosial pada pukul 18.00, setelah menangguhkan pawai tatap muka karena pembatasan ketat dan hambatan sistematis.

Dalam sebuah pernyataan, asosiasi tersebut mengatakan bahwa keputusan tersebut diambil setelah berbulan-bulan persiapan dalam kondisi yang membatasi partisipasi dan memberlakukan persyaratan izin yang ketat, menekankan bahwa penangguhan pawai tatap muka tidak memengaruhi hak historis warga Palestina untuk kembali ke tanah mereka. (is/knrp)

Bagikan Berita: